Selamat Datang

Selamat datang di PharmaBright, Universitas Jenderal Soedirman, Puwokerto, Jawa Tengah. PharmaBright merupakan mewadahi tulisan para penggiat kampus Farmasi UNSOED, dalam rangka percepatan pencipataan kondisi akademis di lingkungan kampus. Mahasiswa, dosen, adalah aset berharga dan memiliki potensi luar biasa, sebagai orang-orang yang berada pada ranah akademisi, diharapkan menjadi agent of change bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Farmasi Unsoed

Farmasi Unsoed merupakan salah satu jurusan yang ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan di Unsoed. Jurusan Farmasi ini pada awalnya adalah Program Sarjana Farmasi (PS Farmasi) yang berdiri setelah dikeluarkannya SK dari Dirjen Dikti yaitu 598/D/t/2005 pada bulan Maret. Berdirinya PS Farmasi bersamaan dengan Program Sarjana Pendidikan Keperawatan. Continue reading

Strategi Hulu Hilir PT Kimia Farma Tbk Dalam Menyongsong Era SJSN-BPJS

kimia farmaa

Oleh : Ahmad Fiki Firdaus

 

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sebagai produsen obat milik pemerintah merupakan salah satu produsen obat yang paling serius dalam menyongsong era SJSN-BPJS. Dalam persiapannya menyonsong era SJSN-BPJS, PT Kimia Farma banyak melakukan pergerakan untuk meningkatkan daya saing perusahan agar dapat memenangkan persaingan dari produsen obat lainnya. PT Kimia Farma banyak berbenah diri untuk melakukan inovasi dan termasuk transformasi bisnis agar tidak kalah bersaing. Oleh karena itu, Kimia Farma bertekad mengembangkan bisnisnya dari hulu sampai hilir. Artinya, lini bisnis Kimia Farma tidak hanya sebatas memproduksi obat semata tetapi berkaitan dengan distribusi dan pelayanan kesehatan dan obat-obatan.

Continue reading

BPJS Beroperasi, Pabrik Farmasi Berlomba Membuat Obat Generik

Oleh : Ahmad Fiki Firdaus

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan roadmap kebijakan obat nasional, guna menjamin ketersediaan obat, menjelang beroperasinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2014. Saat PBJS berjalan, kebutuhan obat diperkirakan naik hingga 2,5 sampai 3 kali lipat. Kemenkes optimis kapasitas produksi perusahaan farmasi Indonesia masih bisa memenuhi peningkatan permintaan hingga 3 kali lipat. Cakupan obat publik yang dibeli pemerintah saat ini baru menjangkau 95 juta orang, sisanya masyarakat membayar sendiri. Dengan berlakunya BPJS kesehatan di 2014, kebutuhannya bisa untuk memenuhi sekitar 240 juta orang.

Continue reading

Doxorubicin dan Kardiotoksisitas

Oleh : Firster Nugroho

Doxorubicin dan Patogenitas Terhadap Jantung

Doxorubixin merupakan antibiotik antrasiklin digunakan dalam terapi kanker. Aktivitas terapi dari doxorubicin berhubungan dengan proses interkalasi terhadap DNA, dengan menghambat topoisomerase II dan mencegah sintesis DNA dan RNA. Insidensi kardiotoksisitas rata-rata adalah 11%. Dimana doxo dapat menyebabkan kardiomyopati dan gagal jantung dengan  kasus 20% dari angka kejadian. Kardiotoksisitas tersebut berhubungan dengan proses oksidasi besi dan formasi radikal bebas oksigen. Selain memiliki mekanisme antitumor, obat ini dapat mengurangi replikasi dari kardiomiosit. Terdapat mekanisme lain yaitu termasuk didalamnya proses pembentukan protein yang abnormal, aktivitas imune bawaan yang berlebihan, pergantian gen, inhibisi faktor hidup ataupun pertumbuhan (Growth Factor), kerusakan regenerasi sel kardiak, serta berkurangnya pertumbuhan pembuluh darah. Di dalam kardiomiosit, obat tersebut memicu produksi ROS dan akhirnya sel tersebut tidak aktif karena aktivitas ROS tersebut. Continue reading

DIABETES MELITUS TIPE 2

Oleh : Firster Nugroho

Secara klinik, resistensi insulin menyebabkan konsentrasi insulin yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan pada orang normal. Salah satu penyebabnya adalah respon pensinyalan insulin yang kurang kuat (Ginsberg, 2000). Aksi insulin diinisiasi oleh interaksi insulin dengan dengan receptor permukaan sel. Reseptor insulin merupakan protein heterotetrameric, yang mempunyai 2 subunit. Subunit alfa Continue reading

Penyakit Graves dan Hashimoto

A. Pendahuluan

Pada tahun 1956, Roitt dkk untuk pertama kalinya menemukan antibodi terhadap tirogobulin, yang bertindak sebagai autoantigen, dalam serum penderita penyakit Hashimoto. Pada tahun yang sama Adams dan Purves menemukan pula stimulator tiroid abnormal pada penderita penyakit Graves yang kerjanya mirip TSH, disebut sebagai long-acting thyroid stimulator (LATS). Baru sekitar 20 tahun kemudian diketahui bahwa LATS adalah suatu autoantibodi yang mampu merangsang reseptor TSH (thyrotropin receptor antibodies = TRAb) untuk menghasilkan hormon tiroid tiroksin dan triiodotironin. Pada tahun-tahun berikutnya ditemukan pula berbagai antibodi antitiroid lainnya. Continue reading

Farmakogenomik dan farmakogenetik

Oleh: Febrian Pradana

Suatu sore setelah kuliah, saya dan teman-teman diajak oleh bapak dosen untuk berdiskusi bersama mengenai suatu tema. Tema yang sebenarnya pernah saya dengar di kuliah tapi masih berasa asing dan sepintas hanya punya gambaran awam saja. Tema yang kami bahas adalah farmakogenomik dan farmakogenetik. Dalam pikiran saya ilmu itu adalah ilmu yang mempelajari bagaimana obat dapat diberikan sesuai dengan kondisi gen kita, sehingga mungkin saja obat itu akan lebih spesifik dan dapat berbeda satu sama lain dengan yang diterima orang lain. Dan ternyata setelah saya berdiskusi ada pengembangan yang lebih luas di dalamnya. Continue reading

Pharmashow Jilid 1

Oleh : Firster Nugroho

Kamis, 13 Oktober diselenggarakan presentasi perdana Pharmashow, dimulai pada pukul 11.00 di ruang 204 kampus Farmasi Unsoed. Sebenarnya kali ini bukan perdana, tapi sebelum nama Pharmashow muncul sudah pernah di adakan presentasi yang serupa oleh kawan-kawan. Jadwal acara yang sebelumnya jam 13.00 di majukan karena adanya masalah penjadwalan internal kampus. Setengah jam sebelum acara, di bawah komando Pak Sarmoko, kami menyiapkan acara. Ada yang mencari kudapan (Ratih Hapsari G dan Guruh Pratomo SH), ada yang mempublikasikan anak-anak (Akhmad Fiki F dan Revo Almando H), dan saya bingung mau ngapain? Mau jarkom tetapi pulsa habis (hahahaha). Tetapi akhirnya saya mencari mangsa di sekitar kampus. Beberapa anggota yang lain tidak bisa ikut andil karena ada acara lain. (Maav Shinta saya ga tau kalo kamu itu lagi free). Sedangkan presentator, Febrian P belajar dalam waktu 30 menit bersama pak Sarmoko. Continue reading

PIC/S : Organisasi Internasional yang Menangani Pengawasan Obat

by : Revo Almando Harris

PENDAHULUAN

Pharmaceutical Inspection Convention dan Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (tergabung bersama sebagai PIC/S), merupakan dua instrumen internasional antara negara dan otoritas pengawasan sediaan farmasetik, yang secara aktif dan konstruktif memberikan suatu  kerjasama di bidang GMP (Good Manufacturing Practice). Continue reading