Penanganan Kasus Obesitas Dengan Fitoterapi

Oleh: Desiainy Sahara S.

PENDAHULUAN

Nyonya Mulan (bukan nama sebenarnya), 45 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Nyonya Mulan memiliki tinggi badan 160 cm dan berat badan 90 kg. Dengan kondisi seperti itu, nyonya Mulan mengalami obesitas. Sejak melahirkan anak yang ketiga, nyonya Mulan terbiasa memakan apa saja yang dia senangi, terutama ayam goreng, cokelat, cream cake, dan fast food. Nyonya Mulan tidak pernah memperhatikan dampak negatif dari makanan-makanan tersebut, ditambah lagi nyonya Mulan tidak mengimbanginya dengan sayuran dan buah-buahan. Belakangan nyonya Mulan merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya yang terlampau berat. Beliau menjadi tidak pede dalam berpenampilan, mudah lelah, sering berkeringat, napasnya sering terengah-engah, malas dalam beraktivitas sehari-hari (termasuk berhubungan intim dengan suami). Oleh karena hal tersebut, nyonya Mulan berkeinginan untuk menormalkan berat badannya agar ideal. Nyonya Mulan tidak mau mengkonsumsi pil pelangsing yang dijual di pasaran dengan alasan takut terjadi efek samping yang merugikan untuk dirinya. Beliau berpikiran bahwa akan lebih aman bila memanfaatkan tanaman obat tradisional dalam menormalkan berat badannya. Namun, nyonya Mulan tidak tahu menahu tentang tanaman obat apa saja yang sekiranya dapat mebantu dirinya dalam mengatasi obesitas. Akhirnya beliau bertanya kepada temannya yang berprofesi sebagai apoteker mengenai tanaman obat yang dapat digunakan sebagai terapi herbal untuk obesitas.

Obesitas adalah suatu keadaan di mana terdapat penumpukan lemak di dalam tubuh sebesar 20% atau lebih di atas normal. Kelebihan lemak ini sulit diturunkan karena zat gizi yang berlebih secara otomatis akan diubah oleh tubuh menjadi lemak. Padahal, tubuh manusia, dengan suatu mekanisme tertentu, telah diatur untuk menyimpan lemak dan mengeluarkannya secara hemat.

Berdiet atau mengurangi makan untuk menguruskan atau menurunkan berat badan justru malah akan memperburuk keadaan, karena tubuh membakar energi pada tingkat yang lebih rendah, berarti cadangan lemak lebih sulit dimanfaatkan. Akibatnya, tubuh akan membakar protein (otot) dan air. Sedangkan lemak tetap bertahan di bawah kulit. Sehingga penurunan berat badan lebih disebabkan karena berkurangnya massa otot dan kandungan air dalam tubuh yang justru sangat berbahaya bagi tubuh.

Badan gemuk sering dihubungkan dengan jumlah timbunan lemak dalam tubuh yang terlalu berlebihan dan timbunan itu terjadi di beberapa tempat yang dapat mempengaruhi bentuk tubuh seseorang. Timbunan lemak yang terjadi pada daerah perut akan menyebabkan perut menjadi bengkak dan dapat menghilangkan lekukan pada daerah pinggang bahkan sampai menjadikan perut buncit (posisi perut maju ke depan). Sementara timbunan lemak yang terjadi pada daerah pinggul, yang sering terjadi pada wanita, akan menyebabkan postur tubuh menjadi seperti buah pir.

Secara umum kegemukan memberikan efek kurang baik, selain mengurangi kelincahan dan keindahan tubuh juga meningkatkan resiko terkena penyakit termasuk penyakit degeneratif atau kelaianan metabolisme seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung koroner, penyakit kalianan pernapasan, penyakit gula (diabetes melitus), dan keluhan pada persendian (artritis).

 Bobot badan ideal dapat dihitung dengan indeks Broca, yaitu tinggi badan dalam satuan sentimeter dikurangi faktor 100 kemudian hasilnya dikurangi 10%. Seseorang dinyatakan telah mengalami kegemukan bila bobot badannya telah melampaui lebih dari 20% dihitung dari bobot idealnya. Berdasarkan kondisinya, penderita obesitas dikelompokkan menjadi 4 tingkatan :

  1. Simple obesity (kegemukan ringan) : kelebihan bobot badan sebanyak 20% dari bobot ideal, tanpa disertai penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan hiperlipidemia.
  2. Mild obesity : kelebihan bobot badan antara 20-30% yang belum disertai penyakit tertentu, tetapi sudah perlu diwaspadai.
  3. Moderat obesity : kelebihan bobot badan antara 30-60%. Pada tingkat ini penderita telah termasuk beresiko tinggi untuk menderita penyakit yang berhubungan dengan obesitas.
  4. Morbid obesity : kelebihan bobot badan lebih dari 60%, dengan resiko yang sangat tinggi terhadap pernapasan, gagal jantung, dan kematian mendadak.

Obesitas dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Gaya hidup modern, dengan meningkatnya konsumsi kalori dan berkurangnya aktivitas fisik.
  • Kurangnya aktivitas fisik pada anak-anak yang disebabkan terlalu lama bermain video games dan menonton TV
  • Anak-anak yang senang bermain dan berlibur di berbagai pusat perbelanjaan yang menyediakan lift atau eskalator.
  • Penggunaan kendaraan bermotor.
  • Faktor emosi, karena seseorang yang merasa cemas, sedih, kecewa atau tertekan biasanya akan cenderung mengkonsumsi makanan lebih banyak untuk mengatasi perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan tadi.
  • Kelainan pada hipotalamus atau hipofisis yang mengakibatkan pusat rasa kenyang terganggu.
  • Kelebihan insulin.

Penyebab obesitas bersifat reversibel. Penyebab utama adalah kelebihan masukan kalori yang tidak seimbang dengan pengeluaran kalori. Oleh karena itu, upaya penurunan bobot badan dapat dilakukan dengan penurunan masukan kalori ke dalam tubuh.

(Anonim, 2011)

 BAB II

ISI

Nyonya Mulan berniat untuk mengatasi obesitas yang dialami dengan cara terapi herbal atau fitoterapi. Saat beliau datang dan berkonsultasi pada temannya yang berprofesi sebagai apoteker, nyonya Mulan diberi saran untuk membuat dan mengkonsumsi ramuan herbal sebagai berikut :

1.      Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) masing-masing segenggam penuh dan asam jawa sebanyak 1 ibu jari ditumbuk halus.

2.      Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata.

3.      Peras dengan sepotong kain.

4.      Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

Berdasarkan ramuan tersebut, tanaman yang digunakan dalam fitoterapi adalah kemuning, mengkudu dan asam jawa. Tanaman tersebut dimaksudkan untuk membuat ramuan obat pengendali kegemukan dengan sedikit kandungan  karbohidrat, banyak berserat, serta mempunyai manfaat menjaga keseimbangan hormonal dan enzim pencernaan lemak.

Jenis tanaman yang dimaksudkan dalam penanganan kasus ini adalah :

  1. 1.      Kemuning (Murraya paniculata L. Jack.)

 Familia : Rutaceae

 Sinonim :

M. banati Elm.

M. exotica Linn.

M. exotica var. Sumatrana Koord. et Val.

M. glenieli Thw.

M. odorata Blanco.

M. sumatrana Roxb.

Chalcas paniculata Linn.

C. camuneng Burm.f.

C. intermedia Roem.

Connarus foetens Blanco

C. santaloides Blanco.

Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian ± 400 m dpl. Variasi morfologi besar sekali. Yang biasa ditanam untuk memagari pekarangan, biasanya jenis yang berdaun kecil dan lebat. Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 – 8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Daun majemuk, bersirip ganjil dengan anak daun 3 – 9,. letak berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2 – 7 cm, lebar 1 – 3 cm, permukaan licin, mengilap, wamanya hijau, bila diremas tidak berbau. Bunga majemuk berbentuk tandan, 1 – 8, warnanya putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8 – 12 mm, masih muda hijau setelah tua merah mengilap, berbiji dua (Dalimartha, 1999).

Nama lokal : kamuning (Sunda); kemuning, kumuning (Jawa); kajeni, kemuning, kemoning (Bali); kamoneng (Madura); kamuning (Menado, Makasar), kamoni (Bare); palopo (Bugis); kamuni (Bima); eseki, tanasa, kamone, kamoni (Maluku); jiu li xiang, yueh chu (China), orange jessamine (Inggris).

Penyakit yang dapat diobati antara lain radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), kulit kasar, memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema, bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka terbuka di kulit (Dalimartha, 1999; Muhlisah, 1999).

Kandungan kimia yang terdapat pada kemuning antara lain daun kemuning mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, p-earyophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tanin, dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, 5-7-dimethoxy-8- (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopeletin, dan buahnya mengandung semi-ec-carotenone (Dalimartha, 1999).

Efek farmakologis dan hasil penelitian :

  1. Infus daun kemuning dengan dosis 1.000 mg serbuk/kg bb mencit albino pada percobaan analgesik dengan bahan pembanding asetosal 52 mg/kg bb, memberikan efek analgesik ( Pudjiastuti, dkk., 1989).
  2. Infus daun kemuning dengan dosis 210 mg, 420 mg dan 840 mgl 200 g bb diberikan per oral pada tikus sesaat sebelum penyuntikkan 0,2 ml larutan karagenin 1 % dalam naci fisiologis secara subplantar (zat pembuat udern buatan). Pada infus daun kemuning dengan dosis 840 mg/200 g bb menunjukkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak dengan dosis 8 mg/200 g bb yang digunakan sebagai pembanding (Farida Ibrahim, Jubeini, Katrin, Rosrini, 1995).
  3. Infus daun kemuning 10%, 20%, 30%, 40% sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badan secara bermakna ( Ika Murni Sugiarti, 1990).

Bagian yang digunakan adalah daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat. Indikasi dari masing-masing bagian yaitu:

  • Daun dan ranting berguna untuk mengatasi radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi  saluran kencing, kencing nanah, keputihan,  datang haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi, kulit kasar.
  • Akar berguna untuk mengatasi memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng,  epideniik encephalitis B.
  • Kulit batang berguna untuk mengatasi sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).

(Dalimartha, 1999; Muhlisah, 1999)

  1. 2.      Mengkudu (Morinda citrifolia)

Familia : Rubiaceae

Pohon mengkudu banyak tumbuh secara liar di sekitar kita. Mengkudu dikenal dengan nama ilmiah Morinda citrifolia. Mengkudu termasuk dalam famili Rubiaceae, kerabat dari kopi. Buahnya sangat khas benjol-benjol berwarna hijau kekuningan dan buah yang masak baunya sangat menyengat seperti bau ammonia. Saat ini mengkudu juga digunakan sebagai bahan pupuk organik. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara tropis dan kemudian menyebar keseluruh daerah tropis di dunia sampai ke Cina, India, Filipina, Hawaii, Tahiti, Afrika, Australia, Karibia, Haiti, Fiji, Florida dan Kuba.

Terdapat sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam genus Morinda.. Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai nilai ekonomis, antara lain: Morinda bracteata, Morinda officinalis, Morinda fructus, Morinda tinctoria dan Morinda citrifolia. Namun Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai “Queen of Morinda”. Nama morinda sendiri berasal dari kata morindane dan morindin. ketika bangsa eropa berusaha mencari zat pewarna alami, mereka dapatkan zat pewarna dari akar mengkudu dan menamakannya morindane dan morindin.

Di Indonesia nama mengkudu (M.citrifolia) dikenal dengan berbagai nama, seperti pace, bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (Sunda), kondhuk (Madura), bangkudu (Batak), neteu (Mentawai), keumudee (Aceh), tibah (Bali) atau rewonang (Dayak). Namun secara internasional, mengkudu lebih dikenal sebagai “noni” yang merupakan sebutan khas orang Hawaii dan Tahiti. Sejak 2000 tahun yang lalu, penduduk di kepulauan Hawai telah menggunakan buah mengkudu sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Masyarakat di Indonesia biasanya menggunakan buah mengkudu untuk mengobati diabetes, batuk, gondongan dan pendarahan.

Bentuk berupa pohon setinggi 3-8 m. Daun bertepi rata, berwarna hijau kekuningan. Bunganya berbentuk bonggol diketiak daun. Buahnya berbenjol-benjol tidak teratur. Panjangnya mencapai 5-10 cm. Dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000m dpl.

Senyawa utama dalam buah pace adalah Scolopentin dan morindin. Scopoletin berfungsi mengatur tekanan darah. Scolopentin bekerja dengan cara memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah menjadi normal. Scopoletin yang terdapat dalam ekstrak mengkudu dapat berinteraksi sinergis dengan senyawa lain dalam buah mengkudu untuk mengatur tekanan darah tinggi menjadi normal. Saat tekanan darah tinggi, scopoletin membantu menurunkan. Sebaliknya bila tekanan darah menjadi rendah, ia akan menaikkannya. Disamping itu scolopentin mengandung indikasi antibakteri, dan mengatur hormone serotonin, yang membantu menurunkan kadar kecemasan(anxiety) dan depresi. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer. Senyawa Morindin berkhasiat dalam meningkatkan system pertahanan(imun) tubuh. Selain dua zat di atas, pace juga mengandung gum, asam malat, asam sitrat, dan senyawa antiseptik.

Berdasarkan penelitian secara seksama yang telah dilakukan oleh banyak peneliti, terdapat lebih dari 61 senyawa berkhasiat yang dikandung dalam buah mengkudu. Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis satu sama lain. Beberapa senyawa dalam buah mengkudu berperan aktif dalam pengobatan penyakit tertentu secara bersamaan. Tidak hanya satu senyawa saja yang berperan aktif, tetapi juga didukung oleh senyawa lainnya. Itulah sebabnya mengkonsumsi hasil ekstraksi satu senyawa saja akan sangat berbeda khasiatnya dibandingkan dengan kalau kita mehkonsumsi sari buah mengkudu secara keseluruhan. Dalam kasus mengobati gangguan tekanan darah. Sari buah mengkudu bisa meningkatkan tekanan darah bagi penderita darah rendah, tapi juga bisa menurunkan tensi darah bagi penderita hipertensi. Fenomena yang nampak berlawanan itu tidak akan terjadi pada buah mengkudu yang diekstrak dan diambil satu senyawanya saja.

Secara umum, buah mengkudu dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit antara lain: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, gangguan seksual, lemah badan/kurang tenaga, kegemukan, gangguan ginjal, kecemasan, alergi makanan seperti alergi makan udang dan ketam, arthiritis, gangguan pencernaan, masalah penghadaman, masuk angin, susah tidur/insomnia, ketagihan merokok dan narkoba, batuk, cacingan, encok, atsma, tumor, luka kecil, pembengkakan, dan keracunan makanan.

(Anonim, 2008)

Untuk saat ini penelitian ilmiah yang terbilang paling monumental terhadap tanaman “mengkudu” adalah yang dilakukan Prof. Neil Solomon, MD., Phd dari John Hopkins Medical Institution, Amerika di tahun 1997-1998. Penelitian ini melibatkan 40 dokter dan 8000 pasien pengguna sari buah mengkudu. Manfaat bagi tubuh :

Metil asetil ester    : Mematikan kuman

Moridon                : Melancarkan buang air besar

Soranjidiol             : Melancarkan keluarnya air seni

Analgesik              : Pereda rasa sakit

Damnakantal         : Menumpas sel kanker & meningkatkan daya tahan tubuh

Anthraquinone & Scopoletin        : Mengatasi radang & alergi

Terpenes                : Meremajakan sel-sel tubuh

Xeronine               : Mengaktifkan kelenjar tiroid & timus

Proxeronine           : Menyelaraskan kerja sel dalam tubuh

Hipokolestemik     : Menurunkan kadar kolesterol darah

Tingkat penyembuhan untuk kasus obesitas yang dilakukan terhadap 2.638 orang, menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 72% (NONI: The Tropical Fruit with 101 Medicinal Uses).

3.      Asam Jawa (Tamarindus indica, Linn.)

Familia : Leguminosae

Asam jawa (Tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 – 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.

Nama lokal : tamarind (Inggris), tamarinier (Perancis); asam jawa (Indonesia); celangi, tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa).

(Dalimartha, 1999; Muhlisah, 1999)

Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

(Dalimartha, 1999)

Daging buah asam jawa bila dikonsumsi setiap hari secara teratur bisa menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan daging buah asam jawa mempunyai khasiat melancarkan pencernaan dandefekasi (buang air besar). Bahan ini mempunyai efek laksatif atau pencahar lemah yang cara kerjanya memudahkan defekasi dengan jalan melunakkan feces atau kotoran. Biasanya, asam jawa dikonsumsi dengan merebus daging buah, lalu disaring dan diminum (Muhlisah, 1999).

Konseling, informasi dan edukasi yang dapat diberikan untuk nyonya Mulan adalah sebagai berikut :

1.      Peningkatan aktivitas fisik seperti olah raga, senam.

2.      Mengkonsumsi makanan rendah kalori, tetapi cukup protein.

3.      Mengkonsumsi sayur atau buah segar.

4.      Dianjurkan mengkonsumsi ramuan tanaman obat yang dapat mengurangi kandungan lemak dalam ubuh, ramuan yang bersifat laksan atau diuretik dan mengurangi nafsu makan (anoreksia).

5.      Hendaknya nyonya Mulan mentaati semua proses terapi herbal, seperti rajin meminum ramuan herbal sesuai dengan yang dianjurkan.

6.      Apabila terdapat keluhan, segera hubungi dokter.

7.      Pengobatan akan dikaji ulang secara berkala dan diubah sesuai perubahan pola kesehatannya.

BAB III

PENUTUP

Nyonya Mulan mengalami moderat obesity akibat kebiasaan hidupnya pasca melahirkan anak ketiga. Obesitas yang dialami disebabkan oleh makan-makanan tinggi kalori yang gemar dikonsumsinya, tanpa diimbangi dengan sayuran dan buah-buahan segar serta aktivitas fisik. Untuk mengatasi obesitas yang dialaminya, nyonya Mulan menggunakan tanaman obat untuk terapi herbal obesitas.

Tanaman yang digunakan antara lain daun kemuning, buah mengkudu dan asam jawa. Masing-masing bahan tersebut memiliki efek pencahar dan pelarut lemak sehingga diharapkan dapat membantu nyonya Mulan untuk menormalkan berat badannya. Untuk tercapainya keberhasilan terapi, sebaiknya nyonya Mulan mengubah gaya hidup, pola makan dan hendaknya melakukan aktivitas fisik seperti olah raga.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Multi Khasiat Buah Mengkudu. http://tanpapena.blogspot.com/2009/05/multi-khasiat-buah-mengkudu.html. Diakses tanggal 24 Mei 2011.

Anonim. 2011. Kegemukan (Obesitas). http://obat-herbal-albiruni.blogspot.com/2010/05/kegemukan-obesitas.html. Diakses tanggal 24 Mei 2011.

Dalimartha, Setiawan. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya.

Muhlisah, Fauziah. 1999. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya.

Tampubolon, Oswald T. 1999. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s