Pharmashow Jilid 1

Oleh : Firster Nugroho

Kamis, 13 Oktober diselenggarakan presentasi perdana Pharmashow, dimulai pada pukul 11.00 di ruang 204 kampus Farmasi Unsoed. Sebenarnya kali ini bukan perdana, tapi sebelum nama Pharmashow muncul sudah pernah di adakan presentasi yang serupa oleh kawan-kawan. Jadwal acara yang sebelumnya jam 13.00 di majukan karena adanya masalah penjadwalan internal kampus. Setengah jam sebelum acara, di bawah komando Pak Sarmoko, kami menyiapkan acara. Ada yang mencari kudapan (Ratih Hapsari G dan Guruh Pratomo SH), ada yang mempublikasikan anak-anak (Akhmad Fiki F dan Revo Almando H), dan saya bingung mau ngapain? Mau jarkom tetapi pulsa habis (hahahaha). Tetapi akhirnya saya mencari mangsa di sekitar kampus. Beberapa anggota yang lain tidak bisa ikut andil karena ada acara lain. (Maav Shinta saya ga tau kalo kamu itu lagi free). Sedangkan presentator, Febrian P belajar dalam waktu 30 menit bersama pak Sarmoko.

Pada Pharmashow kali ini terjadi peningkatan mahasiswa yang hadir. Kami mendapat tambahan partisipan karena ada Ratih dan Guruh merangkap menjadi penerima tamu. Ratih dan Guruh, hmmm kombinasi yang luar biasa, karena ada 4 orang yang ditarik-tarik olehnya (hahaha). Presentasi dimulai pada pukul 11.10. Yang menjadi moderator siang itu adalah Guruh, Febrian membawakan tema Pharmacogenomic. Awal presentasi diperlihatkan sebuah gambar seorang ibu yang ingin membeli obat di sebuah apotik, dan membawa sebuah chip DNA. Dari situlah presentasi bergulir, dan pengertian dasar dari pharmacogenomic semakin jelas. Serta terdapat berbagai contoh obat di dalam penggunaannya menggunakan prinsip pharmacogenomic. Variasi polimorfisme gen DNA akan mempengaruhi respons obat yang spesifik, itulah prinsip dasar dari Pharmacogenomic. Beberapa obat seperti transtuzumab, thiopurine dan kodein di bahas didalam presentasi.

Setelah presentasi selesai, terdapat beberapa pertanyaan dari mahasiswa yang hadir. Walaupun mereka sedang mengerjakan PR, tetapi ternyata presentasi tersebut menggelitik rasa keingin-tahuan teman-teman mahasiswa yang hadir. Pertanyaan- pertanyaan tersebut di jawab dan di bahas bersama-sama. Walaupun kondisi diskusi masih kurang kondusif, karena masih ada mahasiswa yang tidak aktif dalam forum. Pada akhir acara, presentasi pun di tutup dengan pesan yang di sampaikan oleh Pak Sarmoko. Di dalam pesan tersebut, terdapat quote yang cukup menarik yaitu : ”pharmacogenomic, apakah merupakan mimpi yang tidak mungkin, atau merupakan realita yang mudah”. Itulah yang harus di jawab oleh teman-teman mahasiswa saat ini. (Nugroho)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s