Strategi Kimia Farma Dalam Menghadapi BPJS

 

Oleh: Ahmad Fiki Firdaus

kimia farmaa

Mengenal Lebih Jauh PT Kimia Farma (Persero) Tbk

PT Kimia Farma (Persero) Tbk merupakan salah satu Industri Farmasi pemerintah yang berstatus sebagai BUMN. PT Kimia Farma mempunyai 3 anak perusahan, yaitu:

1.     PT. Kimia Farma Trading & Distribution

Sebelum menjadi entitas tersendiri, PT. Kimia Farma Trading & Distribution, merupakan Divisi Pedagang Besar Farmasi (PBF) dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Berbekal kemampuan serta pengalaman menangani pendistribusian produk-produk Kimia Farma, maka pada tanggal 4 Januari 2003, Divisi PBF berkembang menjadi anak perusahaan dengan nama PT Kimia Farma Trading & Distribution. Perusahaan yang dikenal dengan nama KFTD ini, memiliki wilayah layanan yang luas mencakup 33 Propinsi dan 466 Kabupaten atau Kota. KFTD mendistribusikan aneka produk dari perusahaan induk, produk dari prinsipal lainnya serta produk-produk non prinsipal. KFTD mendistribusikan produk-produk tersebut melalui penjualan reguler ke Apotek (Apotek Kimia Farma dan Apotek selain Kimia Farma), Rumah Sakit, Toko Obat, Supermarket dan lain sebaginya. Di bidang Jasa Perdagangan atau Trading, KFTD melayani dan membantu program-program Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

2.     PT. Kimia Farma Apotek

PT. Kimia Farma Apotek adalah anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang didirikan berdasarkan akta pendirian No. 6 tanggal 4 Januari 2003. Pada tahun 2011, PT Kimia Farma Apotek memulai program transformasi dan mengubah visi dari jaringan layanan ritel farmasi menjadi jaringan layanan kesehatan yang terkemuka dan mampu memberikan solusi kesehatan masyarakat di Indonesia. Penambahan jumlah apotek merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar bebas AFTA, dimana pihak yang memiliki jaringan luas seperti Kimia Farma akan diuntungkan.

3.     PT. Sinkona Indonesia Lestari

PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) berdiri di kawasan hijau perkebunan teh milik PTPN VIII di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Saham PT SIL saat ini dimiliki oleh tiga pemegang saham yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PTP Nusantara VIII dan Yayasan Kartika Eka Paksi dimana PT Kimia Farma (Persero) Tbk merupakan pemegang saham mayoritas dengan 56% saham. Pemasaran produk hampir 100% ke luar negeri, sehingga untuk tetap dapat bersaing di pasar global.

Strategi PT Kimia Farma (Persero) Tbk Untuk BPJS

PT Kimia Farma (Persero) Tbk terus melakukan transformasi bisnis dengan mengembangkan berbagai layanan sektor kesehatan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan akses layanan pemeriksanaan kesehatannya. Perluasan jaringan layanan merupakan bagian untuk memenangkan persaingan dalam merebut pasar farmasi nasioanal seiring dengan berlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada tahun 2014 nanti. Salah satu cara perluasan jaringan yang dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah melalui PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang mendekatkan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sepanjang 2012 sebanyak 30 apotek dan 100 klinik baru telah dibuka di berbagai kota di Indonesia.

Langkah ini, sebagai bagian dari upaya PT KFA untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan pelayanan yang praktis, efisien, dan efektif dalam  berbagai aktivitasnya, termasuk dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Konsep One Stop Healthcare Solution (OSHcS) merupakan salah satu layanan dengan konsep modern yang diberikan oleh  PT KFA.  Dengan konsep OSHcS masyarakat  mendapatkan layanan kesehatan yang tidak perlu repot harus bolak balik ke dokter, laboratorium, dan menebus apotek di lain tempat. Karena di dalam konsep Apotek Kimia Farma OSHcS, seluruh layanan kesehatan secara terpadu dalam satu atap, mulai dari pemeriksaan dokter di klinik kesehatan, pemeriksaan laboratorium klinik, konsultasi obat oleh Apoteker, layanan optik, pelayanan resep dokter dan juga swalayan farmasi yang berada dalam satu tempat di Apotek Kimia Farma.

Dengan konsep ini, nampaknya PT KFA akan melirik kerja sama dengan BPJS menjadi klinik BPJS. Klinik BPJS merupakan cara dari pemerintah untuk menjalankan SJSN. Dengan adanya klinik BPJS itu, masyarakat bisa berobat secara cuma-cuma, sebab mereka sudah ditanggung asuransi yang preminya dibayar pemerintah. Setiap klinik BPJS akan memperoleh uang pertanggungan dengan nilai sesuai jumlah masyarakat yang mereka jangkau. Dengan berlakunya BPJS di 2014 nanti, nampaknya PT KFA akan cukup menguasai pelayanan kesehatan dan akan bersaing ketat dengan klinik franchise yang saat ini banyak berkembang di Indonesia.

Sekilas tentang Perkembangan Pasar Apotek Di Indonesia

Bisnis apotek dapat dibandingkan dengan skala ritel umum atau franchise Mart yang marak mengepung masyarakat. Secara teknis bisnis, apotek membutuhkan manajemen khusus karena diferensiasi serta spesifikasi produk yang kuat pada produknya, produk kesehatan, khususnya obat. Berikut merupakan data yang diperoleh dari IMS Health mengenai perkembangan pasar apotek di Indonesia:

trend-pasar-apotek-2

trend-apotektrend-ethical-otc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s