Doxorubicin dan Kardiotoksisitas

Oleh : Firster Nugroho

Doxorubicin dan Patogenitas Terhadap Jantung

Doxorubixin merupakan antibiotik antrasiklin digunakan dalam terapi kanker. Aktivitas terapi dari doxorubicin berhubungan dengan proses interkalasi terhadap DNA, dengan menghambat topoisomerase II dan mencegah sintesis DNA dan RNA. Insidensi kardiotoksisitas rata-rata adalah 11%. Dimana doxo dapat menyebabkan kardiomyopati dan gagal jantung dengan  kasus 20% dari angka kejadian. Kardiotoksisitas tersebut berhubungan dengan proses oksidasi besi dan formasi radikal bebas oksigen. Selain memiliki mekanisme antitumor, obat ini dapat mengurangi replikasi dari kardiomiosit. Terdapat mekanisme lain yaitu termasuk didalamnya proses pembentukan protein yang abnormal, aktivitas imune bawaan yang berlebihan, pergantian gen, inhibisi faktor hidup ataupun pertumbuhan (Growth Factor), kerusakan regenerasi sel kardiak, serta berkurangnya pertumbuhan pembuluh darah. Di dalam kardiomiosit, obat tersebut memicu produksi ROS dan akhirnya sel tersebut tidak aktif karena aktivitas ROS tersebut. Continue reading

Advertisements

Diabetes Melitus Tipe 2

Oleh : Firster Nugroho

Secara klinik, resistensi insulin menyebabkan konsentrasi insulin yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan pada orang normal. Salah satu penyebabnya adalah respon pensinyalan insulin yang kurang kuat (Ginsberg, 2000). Aksi insulin diinisiasi oleh interaksi insulin dengan dengan receptor permukaan sel. Reseptor insulin merupakan protein heterotetrameric, yang mempunyai 2 subunit. Subunit alfa Continue reading

Penyakit Graves dan Hashimoto

A. Pendahuluan

Pada tahun 1956, Roitt dkk untuk pertama kalinya menemukan antibodi terhadap tirogobulin, yang bertindak sebagai autoantigen, dalam serum penderita penyakit Hashimoto. Pada tahun yang sama Adams dan Purves menemukan pula stimulator tiroid abnormal pada penderita penyakit Graves yang kerjanya mirip TSH, disebut sebagai long-acting thyroid stimulator (LATS). Baru sekitar 20 tahun kemudian diketahui bahwa LATS adalah suatu autoantibodi yang mampu merangsang reseptor TSH (thyrotropin receptor antibodies = TRAb) untuk menghasilkan hormon tiroid tiroksin dan triiodotironin. Pada tahun-tahun berikutnya ditemukan pula berbagai antibodi antitiroid lainnya. Continue reading

Reaksi Hipersensitivitas

Oleh: Guruh Pratomo Setiawan Hadi

A.    LATAR BELAKANG

Imunitas adalah resistensi terhadap penyakit terutama infeksi. Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi terhadap infeksi disebut sistem imun. Reaksi yang dikoordinasi sel-sel, molekul-molekul dan bahan lainnnya terhadap mikroba disebut respon imun. Sistem imun diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup (Baratawidjaja, 2009). Continue reading